ini sedikit corat coret tentang hoby saya, dengan letak geografis pulau Batam yang seperti BHINEKA TUNGGAL IKA, pulau-pulau kecil dengan jembatan sebagai penghubung antar pulau.
seharusnya ini jadi surga para pemancing.
bisa dibayangin, tinggal lempar senar dari atas jembatan udah sampai di tengah2 laut, semakin jauh ke pelosok semakin banyak ikannya. perjalanan dari pulau batam menuju jembatan paling akhir memakan sekitar 1jam ( tergantung speed sich ).
nah...namanya juga tanah rantau para pencari nafkah... tiap akhir pekan bisa dipastikan tiap ruas jembatan bakalan ditemukan angler2 batam, entah itu yang serius, atau cuma sebagai kedok pacaran saja.
yang serius pastinya bawa peralatan komplit untuk mancing.
nah itu yang diatas serius mancingnya,..box es untuk umpan ( biar tetep seger), kotak peralatan pancing, bekal makan siang ( kalo inget makan ),..
ikan targetnya juga bervariasi, mulai dari pari, selar, ketarap, kerapu poyot, cucut/todak, lencing,dll..
sungguh hiburan yang luar biasa ketika pertama kali ikan menarik senar dari jari kita,,....
nah ini salah satu lokasi favorit saya dan kawan2 senasib.
letaknya di sebelum jembatan 5 barelang, jarak tempuh sekitar 1 jam dari pulau batam, dijamin masih orisinil dan sepi tempatnya, tetapi bukan buat pacaran.
setidaknya tiap minggu kami selalu "sowan" ketempat ini untuk sekedar nongkrong. dengan jarak pelantar sepanjang 50m dari pinggiran itu sudah memberikan spot yang lumayan, di ujung depan pelantar sendiri air sudah sedalam 5m, ikan yang numpang lewatpun bervariasi, dari yang sering didapat seperti kaci, lencing, poyot, pari, hiu totol, ketarap, bahkan promo sang juru kunci dia pernah mendapat ikan talang.
nah lumayan kan daripada beli lauk dipasar, ........dua orang inilah yang saling melengkapi jika trip mancing diadakan, sering kami berangkat dikala subuh dari batam, bersama teman menghitung kapan air pasang mulai naik, dengan modal dengkul, nasi bungkus dan peralatan seadanya udah cukup untuk menghilangkan rasa kangen mancing.
kalo mau lebih bermodal dan serius bisa sewa ini nih
dengan harga rental sehari mulai dari ganti ongkos bensin sampai ratusan ribu tergantung koneksi, tentu saja tidak dijamin hasilnya pasti dapat, lagi-lagi berbalik kepada keahlian dan pengalaman sang juru mudi aka tekong kapal,
tips saja untuk anda para pemula yang ingin merasakan sensasi mancing dengan pompong, jangan pernah mau disuruh duduk di depan, karena anda pasti kena "bully" jadi tukang angkat jangkar. kecuali anda-anda yang pengen kekar tapi tak punya waktu untuk fitnes,
kurang lebihnya itulah pengisi waktu para perambah kota batam ini, tak heran jika kecepatan pertumbuhan penduduk sama kencangnya dengan pengurangan populasi ikan di perairan batam, lha gimana g cepat penuh populasi penduduk di batam ini, lapangan pekerjaan tersedia, perumahan murah banyak, KUA dimana-mana, pendatang baru mayoritas kawula muda......yach mari dirawat dan dijaga saja lingkungan kita ini
setidaknya ini jadi seruan buat para sahabat saya saja,...kapan mancing maneh dab...??






No comments:
Post a Comment